tidak tahu perasaan macam apa yang sebenarnya tengah bersemayam di dalam
hatinya. Dibilang cinta, rasanya tidak tepat. Dibilang sepenuhnya iba, simpati,
atau suatu bentuk perhatian, rasanya juga kurang tepat. Terlebih lagi, Hikari
juga tahu betul bahwa Kazuhito adalah kekasih sahabatnya.
bisa menikah dengan Etsuko, Kazuhito, seorang pelukis muda, rela pindah dari
kampong halamannya di Amagasaki ke Dotombori. Namun, usahanya itu seakan
sia-sia karena orang tua sang kekasih mensyaratkannya agar menjadi pelukis
terkenal atau minimal memiliki galeri lebih dulu sebelum menikah dengan putri
mereka. Sebuah syarat yang cukup sulit dipenuhi oleh Kazuhito.
saat itu, pertengkaran kerap menghiasi hubungan mereka. Etsuko kurang bisa
mengerti kesulitan yang dihadapi kekasihnya hingga setiap saat selalu menekan
supaya segera memenuhi syarat tersebut. Rasa pengertian justru Kazuhito peroleh
dari Hikari, sahabat Etsuko. Lambat laun, kekaguman Kazuhito terhadap kelembutan
sikap dan pribadi Hikari berubah menjadi cinta. Perasaan yang juga dipendam
oleh Hikari sejak lama terhadap Kazuhito.
cinta Hikari pun harus bertarung dengan rasa bersalahnya terhadap Etsuko. Saat
itulah, datang sesosok pria yang menawarkan hatinya kepada Hikari. Pria yang
juga telah lama memendam rasa terhadap
gadis itu, Yoshi.
Kazuhito menjadi pelukis terkenal? Bagaimana akhir kisah cinta segi empat ini?
Temukan jawabannya di dalam novel yang mengajarkan arti penting dari keikhlasan,
pengertian, juga persahabatn ini.
Judul
: Kazuhito no Ai no EAuthor
: Murakami Haru
Halaman
: 328 hlmPenerbit
: NajahTahun
: Juni 2012ISBN
: 978-602-7663-17-6
…Pada
lukisan-lukisan itulah ia berharap. Segenap hasrat hatinya, cintanya,
harapannya, dan juga kelangsungan hubungannya… hlm. 61
cibta segi empat yang mendebarkan. Tentang perjalanan Kazuhito demi kekasihnya,
tentang pengorbanan dan tentang merelakan.
sedikit. Tapi, novel ini lebih dominan ke masa depan.
pindah ke Dotombori. Dan di depan rumah sewaannya itulah dia melanjutkan
melukisnya demi mencari para kolektor. Itu satu-satunya cara untuk menjual
lukisannya di daerah yang masih asing baginya. Dari kejauhan selalu ada wanita
yang memerhatikannya melukiskan kuas di atas kanvas tersebut. Entah hanya
rasa kagum atau memang ada hal lain yang wanita itu sendiri tidak mampu
mengartikannya. Terlebih, dia tidak bisa begitu saja masuk kedalam hidup
Kazuhito. Karena pelukis muda itu kekasih sahabatnya, Matsuzaka Etsuko.
Lalu, perasaan apa yang sebenarnya tengah bersemayam
dalam diriku? Apakah semua perasaan dalam diriku itu bukankah bisa diartikan
bahwa sebenarnya aku telah penasaran kepada Kazuhito? Lalu, mengapa pula aku
sampai penasaran padanya? Apa alasannya? Bukankah rasa penasaran itu bisa juga
diartikan awal dari cinta? Hlm. 76
melamar kekasihnya itu. Namun, masalah besar justru menerpa hubungan keduanya.
Orang tua Etsuko tidak mengijinkan mereka menikah hanya karena Kazuhito belum
memiliki penghasilan tetap. Apalagi seorang pelukis jalanan seperti dirinya
yang tak memiliki apa-apa. Etsuko yang tetap mempertahankan Kazuhito membuat
kedua orang tuanya memberikan syarat yang gila. Mereka bisa menikah asal
Kazuhito memiliki galeri sendiri dan sukses menjadi pelukis ternama. Syarat
itu, bukanlah hal yang mudah seperti saat kita membalikan telapak tangan. Bila, itu mudah lukisan Kazuhito pasti
sudah terjual habis dari kemarin-kemarin. Kazuhito tidak mampu menolaknya, dia
harus menaklukan syarat itu demi mendapatkan retsu orang tua Etsuko.
“…kalau kaumerasa sudah menemukan lelaki yang
tepat untuk mendampingi hidupmu selamanya, maka kami juga menginginkan lelaki
yang tepat pula untuk menjadi menantu kami.” Hlm. 53
berusaha. Etsuko yang harusnya mendukung Kazuhito malah sering memaksanya agar
crpat-cepat membeli galeri. Dibandingkan tatapan benci kedua orang tua Etsuko,
Kazuhito lebih tidak suka dengan sikap Etsuko yang mulai berubah. Memaksa
Kazuhito agar secepatnya menjadi pelukis yang sukses. Etsuko pun lebih sering
marah-marah. Sikap Etsuko ituluah yang membuatnya semakin stres. Lalu, wanita
itu sahabat Etsuka sendiri, Konno Hikari yang justru lebih memahami Kazuhito.
Ya, Hikari merasa iba dengan hidup Kazuhito. Keduanya mulai dekat dan
kesalahpahaman di malam itu, saat Kazuhito memeluk Hikari membuat Etsuko murka
besar pada Hikari. Etsuko beranggapan bahwa sahabatnya mencoba merebut
kekasihnya itu. Hikari bahkan tidak memiliki niat jelek itu. Hubungan Etsuko
dengan Kazuhito semakin berantakan. Etsuko pun memutuskan persahabatannya
dengan Hikari.
“…sesungguhnya yang aku butuhkan itu bukan hanya
pengertian, tapi juga dukungan agar aku dapat secepatnya memenuhi syarat yang
diinginkan kedua orang tuanya…” hlm. 90
Etsuko. Hingga, Kazuhito malah menyatakan cintanya pada Hikari. Lelaki itu
ternyata mencintai gadis cantik seperti Hikari. Hikari semakin serba salah, dia
pun akhirnya sadar bahwa hatinya selali merindukan Kazuhito, tapi dia juga
tidak ingin merebut kekasih sahabatnya itu. Hikari lebih memilih mengorbankan
perasaannya. Di sisi lain ada lelaki yang selalu mendekati Hikari, yaitu Yoshi.
Seorang bos di tempatnya kerja.
mengabaikan dirinya. Dia semakin membenci Hikari. Lalu, Yoshi yang juga tak
menginginkan Hikari terus sedih karena sahabatnya, membuka jalan demi
kesuksesan Kazuhito. Demi syarat gila itu. Akankah Kazuhito dan Etsuko kembali?
Dan sesungguhnya, perasaan seperti apa yang dimiliki Hikari terhadap
Kazuhito? Akankah Yoshi mendapatkan hati Hikari?
saja tanpa kompromi walaupun itu milik sahabat sendiri. Aku suka dengan
karakter Hikari yang tetap memperjuangkan agar Kazuhito kembali pada Etsuko,
dan agar Etsuko memaafkannya. Dia tidak peduli bagaimana perasaannya karena dia
memang salah mencintai lelaki dari sahabatnya. Sayangnya karakter Kazuhito
kurang begitu kuat menurutku. Dan, harusnya dia bisa lebih tegas dengan
keputusannya.
Walau endingnya sudah ketebak, namun sebelum cerita ini habis tetap bikin
penasaran.
“Janganlah kaumenangis, kekasihku! Demi Tuhan! Aku
ingin membuatmu bahagia, selamanya! Oleh karena itu, maukah kaumenjadi belahan
jiwaku, menjadi istriku untuk selama-lamanya, Hikari?” Hlm. 326
